Sejarah Desa Banding Agung

Awal Mula (± Tahun 1700 – 1840-an)
Orang pertama yang tinggal di Way Halom sekitar tahun 1700–1840-an adalah Nangguang.
Beliau memiliki keturunan yang dikenal dengan nama:
- Mah Karai
- H. Dullah
- H. Sulton
- Masria
Pada sekitar tahun 1800-an, generasi keempat dari keturunan tersebut — yang berasal dari Desa/Tiuh Surabaya — mulai berkebun di daerah Ladangan dan Way Halom, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Dusun 1 Desa Banding Agung.
Mereka antara lain:
- H. Toib
- H. Dullah
- H. Sulton
- H. Majid
- H. Dahlan
- H. Sukur
Selain itu, terdapat dua orang dari Desa/Tiuh Tanah Abang (Sukanegara):
- H. Daut
- H. Muhtar
Kedelapan orang ini meninggalkan warisan kebun durian (ropong) dan duku/langsak yang masih ada hingga kini.
Pembentukan Desa Banding Agung
Seiring waktu, semakin banyak warga Desa/Tiuh Surabaya yang mencari nafkah dan berkebun di wilayah Way Halom dan Ladangan. Dari sinilah muncul gagasan untuk membentuk desa tersendiri, yang dipelopori oleh tokoh-tokoh berikut:
| No | Nama Tokoh | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Gilok Raya | Tokoh pelopor |
| 2 | Putoro Diso | Tokoh pelopor |
| 3 | Mantri Kodi | Tokoh pelopor |
| 4 | Singo Dipati | Tokoh pelopor |
| 5 | Saleh (Kurnio) | Tokoh pelopor |
| 6 | Dahlan (Bintang) | Tokoh pelopor |
| 7 | Nata Perwiro | Tokoh pelopor |
| 8 | Putoro Agung | Tokoh pelopor |
| 9 | Cahya Mataram | Tokoh pelopor |
| 10 | Dalam Sapi’i | Tokoh pelopor |
| 11 | Ratu Muslimin | Tokoh pelopor |
| 12 | Panyimbang Marga | Tokoh adat |
| 13 | Putoro Mangku | Tokoh adat |
| 14 | Batin Mataram | Tokoh adat |
| 15 | Alam Ratu | Tokoh adat |
| 16 | Kumala Sarif | Tokoh adat |
| … | Dll | – |
Masa Dusun (1956–1964)
Pada sekitar tahun 1956, di masa kepemimpinan Kades/Kario H. Romli (Ajung) dari Desa/Tiuh Surabaya, wilayah Ladangan dan Way Halom dijadikan dusun/kampung yang dipimpin oleh:
- Kadus/Punggawo: M. Noer bin Putoro Agung (1956–1964)
Desa Banding Agung Resmi Berdiri (Tahun 1964)
Pada tahun 1962, Dusun Banding Agung berubah status menjadi desa persiapan, dan dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1964, ditetapkan secara resmi (definitif) sebagai Desa/Tiuh Banding Agung, terlepas dari Desa/Tiuh Surabaya.
Struktur Pemerintahan Awal (Tahun 1964)
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Kepala Desa/Kario | M. Noer |
| Kadus/Punggawo Dusun 1 | Anwar |
| Kadus/Punggawo Dusun 2 | Basroh |
| Khotib | A. Karim |
| Kepala Hansip | Idris |
Batas Wilayah Desa Banding Agung
| Arah | Batas Wilayah |
|---|---|
| Timur | Sungai Komering, Desa Karang Negara |
| Barat | Cakcahan, Sungai Gilas, Batu Dulang |
| Utara | Desa Nikan dan Desa Surabaya |
| Selatan | Desa Muncak Kabau, Desa Banton, dan Kawasan Hutan Barito |
Perubahan Wilayah
Sejak tahun 1978, dengan adanya program Transmigrasi Batumarta (antara wilayah Baturaja dan Martapura), sebagian wilayah Desa Banding Agung menjadi bagian dari kawasan Trans Batumarta sehingga luas wilayah desa berkurang.
Pembaruan batas wilayah Desa Banding Agung saat ini yang sudah dirapikan dan disusun dalam format tabel resmi, menggantikan batas lama yang disebutkan pada sejarah:
Batas Wilayah Desa Banding Agung (Saat Ini)
| Arah | Batas Wilayah Sekarang |
|---|---|
| Barat | Desa Barumarta X, Desa Batumarta VI, dan Desa Karya Makmur |
| Utara | Desa Nikan dan Desa Karya Makmur |
| Timur | Sungai Komering dan Desa Karang Negara |
| Selatan | Desa Anyar dan Desa Batumarta X |
Daftar Kepala Desa/Kario Banding Agung
| No | Nama Kepala Desa/Kario |
|---|---|
| 1 | M. Noer bin Putoro Agung |
| 2 | Dobri bin M. Noer |
| 3 | Lukman Hajalli |
| 4 | Hairul Anwar |
| 5 | Ruslim |
| 6 | Dermawan (Kades saat ini) |
